Minggu, 27 April 2014

Naksir Pacar Orang

sumber gambar : madjongke.com

Saatnya curhat.. Kali ini ada curhatan dari Beni (nama samaran). Curhatannya tentang cinta loh... Langsung aja yuk!

Di bawah ini adalah e-mail dari Beni mengenai curahan hatinya..


Makasih Beni. Kamu udah membukakan pintu hati kamu dan mengijinkanku untuk masuk dan mengintip isi hatimu yang risau. Tsaaahhhh.....

Beni, baca curhatan kamu aku jadi inget sama sahabatku. Dan aku mau cerita tentang sahabatku itu. Sebut saja namanya Adam. Adam kebetulan punya pengalaman sama kayak kamu. Adam suka sama cewek satu kelas tapi ceweknya udah punya cowok. Nama ceweknya sebut saja Sarah.

Bete emang.

Tapi saat itu Adam nggak nyerah. Berbagai cara dilakukan Adam demi mendapatkan perhatian Sarah. Adam mulai caper di depan Sarah. Semua itu dilakukan semata agar Sarah jatuh hati kepada Adam dan perlahan melupakan cowoknya.

Tiap hari Adam selalu kepoin twitter dan facebook Sarah. Dari situ Adam tau kalo Sarah suka banget sama boyband Korea. Adam pun kepikiran buat merubah penampilannya mirip mas-mas boyband korea. Dengan begitu Adam berharap Sarah bakal jatuh cinta dengan dirinya.

Adam pun merubah penampilannya mirip mas-mas boyband korea. Poninya dibiarin tumbuh menjuntai sampai dengkul, mukanya diputihin pake bedak neneknya biar unyu. Tapi jatohnya malah mirip sadako kena tipes. Hebatnya Adam percaya diri dengan penampilan barunya. Karena kata neneknya dia keren.

Hingga tiba saat Adam papasan sama Sarah di koridor sekolah. Mengetahui hal tersebut, Adam langsung beraksi kayak cacing kepanasan. Dia ngedance di depan Sarah. Sarah hanya memandanginya penuh keheranan.

Pas dia lagi asik ngedance nggak jelas, kepalanya kecedot tiang karena poninya menghalangi pandangannya. Dia pun dilarikan ke UKS karena kepalanya bocor.

Adam gagal tebar pesona.

Keesokan harinya....

Dengan beberapa luka jahitan di kepalanya, dan dengan kondisi yang belum pulih total, Adam pergi ke pasar loak untuk membeli gitar dan membeli beberapa buku cara cepat belajar bermain gitar. Adam berniat nunjukin kehebatannya bermain gitar di depan Sarah. 
Adam yang kalo bersin aja fales, kali ini yakin suaranya bakal melelehkan hati Sarah. Namun hal tak terduga pun terjadi. Setelah latihan beberapa hari secara otodidak, akhirnya Adam sedikit-demi sedikit udah bisa.. udah bisa ngerusak gitar dan pita suaranya. 

Tanpa basa-basi Adam pun meluncur ke rumah Sarah dengan sepeda bututnya...

Dan sampailah Adam di depan pintu gerbang rumah Sarah. Dengan percaya diri Adam pun mulai bernyanyi.

Aku yang dulu bukanlah yang sekarang...
Dulu ditendang sekarang ku disayang...
Dulu dulu dulu ku menderita...
Sekarang ak...

Belum juga satu bait lagu Adam bernyanyi, tiba-tiba Sarah membuka pintu gerbang rumahnya dan berdiri menatap Adam penuh keheranan. Adam kemudian menyambutnya dengan senyum bahagia sambil narik ingusnya.

"Adam?!" Teriak Sarah kaget. Sarah lalu menyodorkan uang koin ke arah Adam. Dengan polosnya Adam menerima uang tersebut. “Ooh... jadi sekarang kamu ngamen?” Kata Sarah sambil senyum imut khas kawula muda masa kini. 

"Emm.. nganu... nganu...ak..akuuu" Kata Adam terbata-bata. Lidahnya kelu.

“Eh..Dam, aku tinggal dulu ya, soalnya lagi ada cowokku di dalem nih. Semoga ngamennya dapet duit banyak ya. Bye Adam...” Kata Sarah menawan.

Tiba-tiba Sarah menutup pintu gerbang dan menghilang sekejap dari pandangan Adam.

Adam mematung bersama hilangnya Sarah dari pandangannya. Tatapannya kosong dan nanar mengisi raut wajahnya. Mulutnya bergetar. Segera pandangannya dialihkan ke tangan kanannya. Uang koin seribu rupiah dipandanginya. Lalu digenggamnya dengan erat.

"OOH... JADI SEKARANG KAMU NGAMEN?"

"OOH... JADI SEKARANG KAMU NGAMEN?"

"OOH... JADI SEKARANG KAMU NGAMEN?" 
 
Samar-samar kata itu terus berputar dikepala Adam dan terdengar berulang-ulang beserta bayangan Sarah yang perlahan menghilang. Kepalanya pusing. Matanya mulai mengembun dan tak bisa dibendung lagi. Air matanya akhirnya pecah...

Rasa malu Adam, pengorbanan Adam, rasa sakit Adam, semuanya Adam pertaruhkan demi terlihat keren di depan Sarah. Tapi apa....?!

Tapi apa jawabannya?!

Uang koin seribu rupiah di genggamannya adalah jawabannya. Adam di mata Sarah tidak lebih dari teman satu kelasnya. Teman sekelas yang bekerja sambilan menjadi seorang pengamen. Pengamen yang suaranya fales dan juga poninya alay.

Adam sadar. Pengorbanan Adam selama ini sia-sia. Sarah nggak suka sama Adam. Dan Adam nggak bisa maksa Sarah untuk suka dengan dirinya. Adam nggak bisa terus-terusan mikirin Sarah. Adam juga nggak mau ngerusak hubungan Sarah sama cowoknya.

Segera diusapnya air matanya dengan punggung tangannya.

“Emangnya cewek kece di dunia ini cuman Sarah doang apa?! Masih ada Yayuk, Fitri, dan Lastri yang juga nggak kalah kece.” Adam bergumam sambil menjepitkan rahangnya. "Aku harus move on!"

-TAMAT-

Yah begitulah.. semoga kamu nggak tidur setelah baca ceritaku barusan.

Ben... bukan maksud aku nyaranin kamu buat nyerah. Oke, mungkin ada ungkapan gini, "selama janur kuning belum melengkung si cewek masih milik bersama." Oke, tapi apa kamu mau tetep maksa dan akhirnya merusak hubungan mereka?

Beni...mungkin kamu sakit, tapi akan lebih sakit jika kamu punya pacar tapi direbut orang lain :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar